Miniplant Politeknik Kampar mulai dibangun pada tahun 2009. Pembangunan miniplant di Politeknik Kampar memiliki tujuan utama untuk menyediakan lingkungan industri dalam skala kecil bagi mahasiswa Politeknik Kampar. Industri yang dimaksud di sini adalah tentang bagaimana cara pengolahan crude palm oil (CPO) secara kimia menjadi produk-produk turunannya. Tujuan kedua dari pembangunan miniplant adalah untuk memproduksi produk-produk turunan CPO secara komersial, yang diharapkan akan menjadi sumber pendapatan bagi Politeknik Kampar dimasa depan nantinya. Miniplant Politeknik Kampar memiliki luas bangunan sebesar 40 m x 30 m x 10 m (samping) – 15 m (tengah). Fasilitas produksi yang dibangun adalah unit minyak goreng yang memproduksi RBD palm olein dan RBD palm stearin dengan bahan baku CPO, unit produksi biodiesel yang juga berasal dari CPO, serta unit produksi sabun pembersih. Secara garis besar proses pengolahan minyak goreng pada miniplant Politeknik Kampar terdiri dari proses pemurnian (refining) dan fraksionasi (fractionation). Proses pemurnian terdiri dari proses degumming, proses netralisasi, proses bleaching dan proses deodorisasi. Minyak yang diperoleh dari proses refining terdiri dari olein (minyak goreng) dan stearin. Pada proses fraksionasi stearin dipisahkan dari olein. Miniplant Politeknik Kampar memiliki empat stasiun pengolahan CPO menjadi minyak goreng, serta satu stasiun pengemasan yang berfungsi untuk mengemas minyak goreng hasil produksi ke dalam kemasan ( pouch ).